Guru Bahasa di MTsN 1 Palembang Ajak Siswanya Gemar Literasi

72

Palembang, Inmas.
Guru Bahasa Indonesia di Madrasah Tsanawiiyah Negeri 1 Palembang Helmi mengajak anak didiknya gemar literasi. Salah satu caranya, ia menugaskan mereka para siiswa membuat resume.
“Jadi selama liburan awal puasa kemarin saya suruh mereka membaca buku dan membuat resume. Saya minta mereka buat jadwal membaca setiap harinya dan menuliskan resume atau ringkasan ke dalam kertas polio,” kata Helmi ditemui di kelas saat mengajar, Jum’at (17/5).
Menurutnya, cara itu bertujuan memotivasi dan menumbuhkan minat baca mereka. Dari cara itu selain memahami isi buku, mereka para siswa juga mengetahui identitas buku yang dibaca seperti judul, pengarang dan lainnya.
“Saya minta mereka menuliskan identitas buku yang dibaca juga. Menurut saya ini efektif karena mereka punya jadwal membacanya dan itu tertuang dalam jurnal laporannya,” tambahnya
Ia menilai generasi saat ini para pelajar bahkan banyak pemandangan anak-anak SD banyak disibukan dengan bermain game dan larut di media sosial. Hal itu membunuh minat baca sehingga wawasan ilmu pengetahuan rendah. Untuk itu dirinya bertekad mencari cara bagaimana untuk menumbuhkan minat baca.
“Membaca itu penting karena jendela dunia. Banyak membaca wawasan jadi luas selain itu mengetahui informasi-informasi terbaru. Memang zamannya online tapi masalahnya saat online belum tentu membaca informasi yang edukasi,” ungkapnya
Dia menunjukan salah satu hasil yang dibuat siswanya. Pada lembaran kertas polio itu tertulis Jurnal membaca, judul buku, pengarang, terbitan, waktu baca dan tanggal. Dan pada tabel laporannya dibuat tanggal baca, ringkasan isi dan komentar dari pembaca.
Terkait ini, kepala madrasah Tugino memberikan pandangan positif. ia sendiri menilai minat baca siswa memang harus ditingkatkan. Dia meminta terutama guru bahasa agar selalu berinovasi mengajak para siswa gemar berliterasi, membaca dan menulis. Disamping itu, sarana perpustakaan yang ada di madrasahnya harus mampu menjadi media belar yang dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan budaya membaca. (Tgh)