Alqur'an Pegangan Selamat Dunia Akhirat Kata Hj. Nyimas Umi Kalsum

111

Palembang, Inmas.
“Jangan tinggalkan Alqur’an. Alqur’an adalah pedoman dan pegangan hidup selamat dunia akhirat,” kata Hj. Nyimas Umi Kalsum saat mengisi hikmah Nuzulul Qur’an di MTs Negeri 1 Kota Palembang jalan Jenderal Sudirman KM.4, Jum’at (24/5). Kepada jemaah yang kebanyakan para siswa itu ia mengajak agar membaca dan mempedomani Alqur’an.
“Sekarang ini banyak yang sudah meninggalkan Alqur’an. Generasi muda para pelajar banyak meninggalkan Alqur’an karena pengaruh budaya dan kemajuan teknologi. Itu cara mereka merusak moral bangsa. Makanya harus kembali ke Alqur’an. Apapun kesibukannya jangan lupa membaca Alqur’an,” ajaknya
Alqur’an katanya diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk. Ayat pertama diturunkan artinya bacalah. Dengan membaca Alqur’an akan mendapat petunjuk hidup yang benar sebagai pedoman mengarungi hidup didunia dan akhirat.
“Alqur’an turun pada bulan Rmadhan. Makanya bulan Ramadhan bulan penuh kemuliaan. Ayo tadarus Alqur’an dan perbanyak amal ibadah,” ajaknya
Dalam tausiah menjelang berbuka itu, ia mengingatkan jemaah untuk tidak terlena pada 4 F. Funk, Fashion, Food dan Freedem. Yang masing-masing artinya aliran musik diiringi tari-tarian, gaya busana berpakaian, makanan dan kebebasan dalam bergaul.
“4F inilah yang seringkali para rema kita saat ini tidak mampu menyaringnya. Kebanyakan mereka ikut-ikutan terlarut akhirnya salah langkah. Ikutan gaya gaul akhirnya lupa tata krama dan agama. Ini yang tidak boleh. Makanya harus berhati-hati dalam bergaul dan bersikap,” katanya
Selesai tausiyah, menanti saat berbuka puasa para siswa guru duduk dekat makanan untuk berbuka sambil berdo’a. Kemudian saat tiba waktunya mereka langsung memcahkan puasa masing-masing. Mereka kemudian mengambil air wudhu dan shalat magrib berjamaah.
Sedikit profil tentang Hj. Nyimas Umi Kalsum, ia memiliki gaya khas dalam tausiahnya. Wanita yang banyak mengisi acara majlis taklim kaum ibu-ibu di kota Palembang ini selalu menggunakan bahasa Palembang dengan “r” bedehotnyo. Alumni IAIN Raden Fatah Palembang jurusan Pendidikan Agama Islam. Dan aktif syiar Islam sejak 1996.
Kepala madrasah Drs. Tugino mengatakan, sengaja mengundangnya karena selain sudah pakar juga memahami karakter remaja zaman now sehingga lebih mudah dipahami para siswa. Selain itu, dengan khas Palembangnya akan mudah diserap oleh para siswa yang sehari-hari berbahasa Palembang di lingkungan tempat tinggal mereka.
“Alhamdulilah kami perhatikan para siswa antusias senang mengikutinya karena bahasanya mudah dipahami dan gaya ceramahnya yang blak blakan. Harapannya apa yang disampaikan dapat diikuti para siswa, ” katanya (tgh)